Sebagai manusia yang hidup di muka bumi ini kita pasti mempunyai kebutuhan dan keinginan.Kebutuhan harus dipenuhi namun keinginan tidak harus dipenuhi alias dapat kita tunda dahulu.Kebutuhan kebutuhan hidup manusia yaitu pangan,sandang dan papan didapatkan dari berbagai sumber.Produsen salah satunya,ialah yang menyediakan berbagai jenis kebutuhan tergantung produsen tersebut dalam bidang apa.Produsen akan mendistribusikan hal hal yang kita butuhkan kepada berbagai penjual penjual yang ada,baik eceran maupun pusat perbelanjaan.Salah satu yang biasa dilakukan manusia adalah berbelanja untuk memenuhi kebutuhan hidup tersebut.
Berbicara soal belanja,saya mempunyai sebuah pengalaman belanja yang tak terlupakan.Pada saat itu
saya masih duduk dibangku kelas delapan sekolah menengah pertama di Palembang.Suatu hari,setelah pulang sekolah saya dan teman teman saya tidak langsung pulang kerumah,melainkan pergi kerumah teman saya yang rumahnya tidak jauh dari rumah saya.Mengapa saya kesana dan tidak pulang kerumah terlebih dahulu? Hal ini dikarenakan besok ada praktek memasak disekolah,maka saya dan teman sekelompok saya mempersiapkan bahan bahan untuk besok.Sebelumnya saya telah meminta izin kepada orang tua saya mengenai hal tersebut.
Sesampainya disana,kami istirahat sejenak sekaligus makan siang.Setelah itu kami bergegas ke super market di salah satu mall disini untuk membeli berbagai perlengkapan besok.Sesampainya disana,kami langsung berpencar,ada yang ke daerah sayuran dan buah buahan,ada yang menuju ke daerah bahan makanan kering,ada juga yang ke bagian minuman,dan saya sendiri ke bagian perlengkapan makan.Disini saya mengambil lilin,piring kertas untuk kue basah dan kering,garpu kecil,tissue dan sedotan minum.Setelah semuanya terpenuhi,kamipun berkumpul untuk menghitung hitung untuk memperkirakan berapa yang akan dibayar nanti.
Selanjutnya kami menuju ke mesin kasir untuk melakukan pembayaran.Antrian pun tidak terlalu panjang jadi kami tidak lama menunggu.Satu persatu barang dilihat barcodenya,pada barang yang sama namun jumlahnya lebih dari satu,cukup satu barang saja yang disensor barcodenya kemudian dikalikan dengan jumlah barangnya dan harganya masuk kemesin kasir,total belanjaan sekitar seratus ribuan.
Setelah itu kami langsung keluar dan mencari angkot untuk pulang kerumah.Angkot kali ini sepi penumpang,hanya ada kami berempat didalam angkot ini.Lama menunggu,salah satu teman saya melihat struck pembayaran,apakah sesuai dengan barang yang kami beli tadi.Semua barang masuk dalam struck ini,tapi ada salah satu yang janggal.

Ternyata sedotan minum yang saya ambil tadi.Sedotan tersebut saya ambil dua bungkus,ternyata salah satu bungkusnya itu seharga sekitar dua ribu rupiah,namun bungkus lainnya bernilai lima belas ribu rupiah sedangkan yang masuk kedalam struck adalah yang seharga lima belas ribu rupiah.Hal ini merugikan kami,karena angkot masih sepi dan belum berjalan,segera kami masuk lagi ke dalam supermarket untuk memberitahukan hal ini.Alhamdulillah uang kami dikembalikan hehe :D
Kamipun keluar dan pulang kerumah.Sepanjang perjalanan kami membicarakan hal tersebut,kalau saja kami tidak cermat,maka kami akan rugi :D
Barcode pada salah satu sedotan minum yang seharga lima belas ribu rupiah itu mungkin kesalahan dari pegawai yang meletakkan barcode tersebut,namun bisa juga kesalahan dari pelanggan yang jahil dengan menukar nukar kan barcode yang ada,karena banyak di pusat perbelanjaan dimana tempelan barcodenya itu mudah untuk dilepaskan.Hal tersebut tentunya dapat merugikan pelanggan maupun pihak pusat perbelanjaan.Maka dari itu kita harus cermat dalam melakukan apapun :)
Artikel ini diikutsertakan dalam Kontes Cerita Unik Belanja di BloggerPemula.Com
Berbicara soal belanja,saya mempunyai sebuah pengalaman belanja yang tak terlupakan.Pada saat itu
saya masih duduk dibangku kelas delapan sekolah menengah pertama di Palembang.Suatu hari,setelah pulang sekolah saya dan teman teman saya tidak langsung pulang kerumah,melainkan pergi kerumah teman saya yang rumahnya tidak jauh dari rumah saya.Mengapa saya kesana dan tidak pulang kerumah terlebih dahulu? Hal ini dikarenakan besok ada praktek memasak disekolah,maka saya dan teman sekelompok saya mempersiapkan bahan bahan untuk besok.Sebelumnya saya telah meminta izin kepada orang tua saya mengenai hal tersebut.
Sesampainya disana,kami istirahat sejenak sekaligus makan siang.Setelah itu kami bergegas ke super market di salah satu mall disini untuk membeli berbagai perlengkapan besok.Sesampainya disana,kami langsung berpencar,ada yang ke daerah sayuran dan buah buahan,ada yang menuju ke daerah bahan makanan kering,ada juga yang ke bagian minuman,dan saya sendiri ke bagian perlengkapan makan.Disini saya mengambil lilin,piring kertas untuk kue basah dan kering,garpu kecil,tissue dan sedotan minum.Setelah semuanya terpenuhi,kamipun berkumpul untuk menghitung hitung untuk memperkirakan berapa yang akan dibayar nanti.
Selanjutnya kami menuju ke mesin kasir untuk melakukan pembayaran.Antrian pun tidak terlalu panjang jadi kami tidak lama menunggu.Satu persatu barang dilihat barcodenya,pada barang yang sama namun jumlahnya lebih dari satu,cukup satu barang saja yang disensor barcodenya kemudian dikalikan dengan jumlah barangnya dan harganya masuk kemesin kasir,total belanjaan sekitar seratus ribuan.
Setelah itu kami langsung keluar dan mencari angkot untuk pulang kerumah.Angkot kali ini sepi penumpang,hanya ada kami berempat didalam angkot ini.Lama menunggu,salah satu teman saya melihat struck pembayaran,apakah sesuai dengan barang yang kami beli tadi.Semua barang masuk dalam struck ini,tapi ada salah satu yang janggal.

Ternyata sedotan minum yang saya ambil tadi.Sedotan tersebut saya ambil dua bungkus,ternyata salah satu bungkusnya itu seharga sekitar dua ribu rupiah,namun bungkus lainnya bernilai lima belas ribu rupiah sedangkan yang masuk kedalam struck adalah yang seharga lima belas ribu rupiah.Hal ini merugikan kami,karena angkot masih sepi dan belum berjalan,segera kami masuk lagi ke dalam supermarket untuk memberitahukan hal ini.Alhamdulillah uang kami dikembalikan hehe :D
Kamipun keluar dan pulang kerumah.Sepanjang perjalanan kami membicarakan hal tersebut,kalau saja kami tidak cermat,maka kami akan rugi :D
Barcode pada salah satu sedotan minum yang seharga lima belas ribu rupiah itu mungkin kesalahan dari pegawai yang meletakkan barcode tersebut,namun bisa juga kesalahan dari pelanggan yang jahil dengan menukar nukar kan barcode yang ada,karena banyak di pusat perbelanjaan dimana tempelan barcodenya itu mudah untuk dilepaskan.Hal tersebut tentunya dapat merugikan pelanggan maupun pihak pusat perbelanjaan.Maka dari itu kita harus cermat dalam melakukan apapun :)
Artikel ini diikutsertakan dalam Kontes Cerita Unik Belanja di BloggerPemula.Com
9 komentar:
bagus ni cerita nya ...
pelajaran yang dapat kita petik adalah selalu teliti kembali barang belanjaan :)
bener tuh mas :D terimakasih ^^
nice share
keep posting gan
terimakasih ^^
Terima kasih sekali atas partisipasinya.
Sudah saya catat sebagai peserta yang ke 12
Untuk melihat para peserta silakan klik http://yayatsudrajat.com/lomba/peserta-kontes-cerita-unik-belanja
Salam hangat n sukses selalu :)
cermat adalah salah satu kata yang gak bisa dilupakan.
keep blogging din.
ada cerita baru di blog ku.
baca ya.
@yayats38 sama sama bang,terima kasih nama saya telah terdaftar sebagai peserta :)
@Bang Oi banget bang,oke sip deh :D
kejadian tersebut bisa saja terjadi pada siapapun kayaknya harus bener-bener teliti para pembelinya.
iya,kalo misal terjadi sama satu barang dan harganya murah sih gapapa,tapi kalo banyak barang? apalagi barangnya mahal,wah rugi banget hehe :D
Posting Komentar